Smartphone, router Wi-Fi, laptop, smartwatch, perangkat Internet of Things (IoT), radio komunikasi, dan berbagai alat telekomunikasi lainnya telah menjadi bagian penting dalam aktivitas masyarakat maupun industri.
Namun, alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang dibuat, dirakit, atau dimasukkan ke Indonesia untuk diperdagangkan dan/atau digunakan wajib memenuhi standar teknis sesuai ketentuan yang berlaku. Pemenuhan standar teknis tersebut menjadi salah satu bagian penting sebelum perangkat memperoleh Sertifikat Alat Telekomunikasi dan/atau Perangkat Telekomunikasi.
Standar teknis bukan hanya persyaratan administratif dalam proses sertifikasi. Ketentuan ini membantu memastikan bahwa perangkat memenuhi persyaratan teknis yang berkaitan dengan keselamatan, penggunaan spektrum frekuensi, pencegahan interferensi, keterhubungan jaringan, serta aspek teknis lainnya sesuai jenis perangkat.
Lalu, mengapa pemenuhan standar teknis menjadi sangat penting bagi perangkat telekomunikasi yang akan dipasarkan di Indonesia?
Apa Itu Standar Teknis Perangkat Telekomunikasi?
Standar teknis perangkat telekomunikasi merupakan persyaratan teknis yang harus dipenuhi oleh alat dan/atau perangkat telekomunikasi sebelum digunakan atau diperdagangkan di Indonesia.
Standar tersebut dapat mengatur berbagai parameter sesuai dengan karakteristik perangkat, teknologi yang digunakan, serta fungsi produknya.
Beberapa aspek yang dapat diatur dalam standar teknis antara lain:
- Parameter radio frequency (RF)
- Batas daya pancar
- Penggunaan pita frekuensi
- Unwanted emission
- Electromagnetic Compatibility (EMC)
- Specific Absorption Rate (SAR) untuk perangkat tertentu
- Electrical Safety untuk perangkat tertentu
- Parameter antarmuka dan keterhubungan jaringan
- Persyaratan teknis lainnya sesuai jenis perangkat
Tidak semua perangkat memiliki parameter pengujian yang sama. Oleh karena itu, persyaratan teknis perlu ditentukan berdasarkan jenis, teknologi, fungsi, serta standar yang berlaku untuk perangkat tersebut.
Pemenuhan standar teknis dilakukan melalui pengujian. Berdasarkan ketentuan sertifikasi, pengujian dapat dilaksanakan oleh balai uji dalam negeri maupun balai uji luar negeri yang ditetapkan sesuai peraturan perundang-undangan.
Apabila hasil pengujian menunjukkan bahwa perangkat memenuhi standar teknis yang dipersyaratkan, hasil tersebut dapat digunakan sebagai bagian dari proses pengajuan Sertifikat Alat Telekomunikasi dan/atau Perangkat Telekomunikasi.
Mengapa Standar Teknis Perangkat Telekomunikasi Sangat Penting?
1. Membantu Melindungi Keselamatan Pengguna
Salah satu tujuan penerapan standar teknis adalah membantu melindungi masyarakat dari potensi kerugian yang dapat timbul akibat penggunaan alat dan/atau perangkat telekomunikasi.
Bergantung pada jenis perangkat dan standar teknis yang berlaku, pengujian dapat mencakup parameter yang berkaitan dengan keselamatan pengguna.
Sebagai contoh, perangkat tertentu dapat memiliki persyaratan mengenai:
- Electrical Safety
- Specific Absorption Rate (SAR)
- Batas paparan energi radio
- Persyaratan kelistrikan tertentu
- Parameter keselamatan lainnya
Namun, jenis pengujian tersebut tidak berlaku sama untuk seluruh perangkat.
Setiap produk memiliki persyaratan teknis yang berbeda berdasarkan teknologi, fungsi, serta regulasi yang berlaku.
Dengan adanya standar teknis, perangkat dapat dievaluasi berdasarkan parameter yang telah ditetapkan sebelum dipasarkan atau digunakan di Indonesia.
2. Memastikan Kinerja Teknis Sesuai Persyaratan
Standar teknis juga digunakan untuk memastikan bahwa parameter teknis perangkat berada dalam batas yang telah ditetapkan.
Sebagai contoh, pengujian dapat mengevaluasi:
- Daya pancar perangkat
- Frekuensi operasi
- Bandwidth
- Karakteristik RF
- Emisi perangkat
- Parameter penerima dan pemancar
- Parameter teknis lain sesuai teknologi yang digunakan
Dengan demikian, sertifikasi tidak berarti pemerintah menjamin bahwa sebuah perangkat selalu memiliki koneksi internet tercepat atau kualitas sinyal terbaik.
Sebaliknya, proses tersebut menunjukkan bahwa parameter yang dipersyaratkan telah dievaluasi terhadap standar teknis yang berlaku.
Hal ini penting agar perangkat dapat digunakan sesuai dengan karakteristik teknis dan lingkungan telekomunikasi di Indonesia.
3. Mencegah Gangguan Interferensi
Perangkat telekomunikasi yang menggunakan teknologi radio bekerja pada spektrum frekuensi yang memiliki pengaturan tertentu.
Apabila suatu perangkat memancarkan sinyal di luar parameter yang diperbolehkan, perangkat tersebut berpotensi menimbulkan interferensi terhadap sistem komunikasi lainnya.
Interferensi dapat mengakibatkan:
- Penurunan kualitas komunikasi
- Gangguan pada perangkat lain
- Gangguan pada jaringan telekomunikasi
- Penggunaan spektrum frekuensi yang tidak sesuai
- Gangguan terhadap layanan komunikasi tertentu
Karena itu, salah satu tujuan resmi sertifikasi adalah mencegah saling mengganggu antara alat telekomunikasi dan/atau perangkat telekomunikasi.
Pengujian RF, EMC, unwanted emission, maupun parameter lain yang relevan membantu memastikan perangkat beroperasi dalam batas teknis yang ditetapkan.
4. Mendukung Keterhubungan dalam Jaringan Telekomunikasi
Perangkat telekomunikasi tidak bekerja secara terpisah.
Smartphone, modem, router, base station, perangkat IoT, dan berbagai perangkat lainnya harus berinteraksi dengan jaringan maupun teknologi komunikasi tertentu.
Oleh karena itu, salah satu tujuan penetapan standar teknis adalah menjamin keterhubungan dalam jaringan telekomunikasi.
Persyaratan teknis membantu memastikan bahwa perangkat menggunakan teknologi, frekuensi, maupun parameter yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dengan adanya standar yang jelas, penggunaan perangkat dalam ekosistem telekomunikasi dapat dilakukan secara lebih tertib.
5. Memberikan Perlindungan kepada Masyarakat
Sertifikasi memberikan kepastian bahwa alat dan/atau perangkat telekomunikasi telah melalui proses pemenuhan standar teknis yang dipersyaratkan.
Hal ini berbeda dengan menyatakan bahwa sertifikasi menjamin seluruh kualitas sebuah produk.
Sertifikasi DJID berfokus pada kesesuaian perangkat dengan standar teknis yang berlaku, bukan pada penilaian seluruh aspek komersial seperti:
- Kualitas kamera
- Daya tahan baterai
- Kecepatan aplikasi
- Desain produk
- Kualitas material secara keseluruhan
- Pengalaman pengguna
Dengan demikian, sertifikasi memberikan kepastian pada aspek teknis yang berada dalam ruang lingkup regulasi, bukan jaminan bahwa suatu produk lebih baik dibandingkan produk lainnya.
Pendekatan tersebut juga sejalan dengan tujuan sertifikasi untuk membantu melindungi masyarakat dari kemungkinan kerugian akibat penggunaan alat dan/atau perangkat telekomunikasi.
6. Mendukung Kepatuhan terhadap Regulasi
Alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang termasuk dalam ketentuan wajib sertifikasi harus memenuhi standar teknis sebelum dapat diperdagangkan dan/atau digunakan di Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, produsen, pemegang merek, importir, distributor, maupun pihak lain yang bertanggung jawab terhadap pemasaran perangkat perlu memahami regulasi teknis sebelum memasukkan produk ke pasar Indonesia.
Perusahaan perlu mengetahui antara lain:
- Standar teknis yang berlaku
- Parameter pengujian yang dibutuhkan
- Jenis test report yang dapat digunakan
- Persyaratan balai uji
- Dokumen administratif
- Persyaratan sertifikasi
- Ketentuan khusus sesuai teknologi perangkat
Dengan melakukan pengecekan regulasi sejak awal, perusahaan dapat mengurangi risiko kesalahan dokumen atau pengujian yang tidak sesuai dengan persyaratan sertifikasi.
7. Mendukung Inovasi dan Ekosistem Telekomunikasi
Standar teknis bukan hanya berfungsi sebagai pembatas.
Sebaliknya, standar juga memberikan kerangka teknis yang membantu industri mengembangkan perangkat baru dengan parameter yang jelas.
Peraturan sertifikasi menyebutkan bahwa penetapan standar teknis juga bertujuan mendorong perkembangan industri, inovasi, dan rekayasa teknologi telekomunikasi nasional.
Dalam penyusunannya, standar teknis dapat berasal dari:
- Adopsi standar internasional
- Adaptasi standar internasional atau regional
- Hasil pengembangan industri
- Inovasi teknologi
- Rekayasa teknologi telekomunikasi nasional
Pendekatan tersebut memungkinkan perkembangan teknologi tetap berjalan sambil mempertahankan persyaratan teknis yang diperlukan dalam ekosistem telekomunikasi Indonesia.
8. Meningkatkan Kepercayaan terhadap Kepatuhan Produk
Perangkat yang telah memperoleh sertifikat menunjukkan bahwa produk tersebut telah melalui proses pemenuhan standar teknis sesuai ruang lingkup sertifikasi.
Bagi produsen, pemegang merek, importir, maupun distributor, kepatuhan tersebut penting sebagai bagian dari proses legal untuk memasarkan perangkat di Indonesia.
Selain itu, sertifikasi dapat memberikan informasi yang lebih jelas kepada mitra bisnis maupun konsumen bahwa produk telah memenuhi persyaratan regulasi telekomunikasi yang berlaku.
Namun, perusahaan tetap perlu membedakan antara kepatuhan terhadap standar teknis dengan klaim mengenai kualitas komersial suatu produk.
Sertifikasi membuktikan pemenuhan persyaratan yang berada dalam cakupan regulasi, bukan menentukan apakah suatu produk lebih unggul dibandingkan produk kompetitor.
Bagaimana Perangkat Membuktikan Pemenuhan Standar Teknis?
Pemenuhan standar teknis pada alat dan/atau perangkat telekomunikasi dilakukan melalui pengujian.
Pengujian dilakukan terhadap setiap merek, tipe perangkat, dan negara asal pembuatan sesuai ketentuan sertifikasi yang berlaku.
Secara umum, prosesnya dapat mencakup beberapa tahapan berikut.
1. Identifikasi Perangkat dan Teknologi
Perusahaan perlu menentukan jenis perangkat dan teknologi yang digunakan.
Sebagai contoh:
- Bluetooth
- Wi-Fi
- 4G LTE
- 5G NR
- NFC
- RFID
- Short Range Device
- Radio komunikasi
- Teknologi wireless lainnya
Identifikasi tersebut penting untuk menentukan standar teknis yang relevan.
2. Menentukan Standar Teknis
Setelah teknologi diketahui, perusahaan perlu menentukan standar teknis yang berlaku untuk perangkat tersebut.
Satu produk dapat memiliki lebih dari satu standar teknis apabila menggunakan beberapa teknologi komunikasi.
Sebagai contoh, sebuah smartphone dapat mendukung teknologi seluler, Wi-Fi, Bluetooth, NFC, dan teknologi radio lainnya.
Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan analisis regulasi sebelum menentukan jenis pengujian yang dibutuhkan.
3. Melakukan Pengujian
Perangkat kemudian diuji berdasarkan parameter yang dipersyaratkan.
Pengujian dilakukan melalui balai uji dalam negeri atau balai uji luar negeri yang telah ditetapkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Bergantung pada perangkat, pengujian dapat mencakup RF, EMC, SAR, electrical safety, atau parameter teknis lainnya.
4. Menyiapkan Laporan Hasil Uji
Setelah pengujian selesai, laboratorium menerbitkan laporan hasil uji atau test report.
Dokumen tersebut menjadi salah satu dokumen utama dalam proses pengajuan sertifikasi.
Perusahaan perlu memastikan bahwa informasi dalam test report sesuai dengan:
- Merek perangkat
- Model atau tipe perangkat
- Teknologi
- Parameter pengujian
- Standar teknis
- Identitas produk
- Data lain yang dipersyaratkan
Ketidaksesuaian informasi pada test report dapat menyebabkan perlunya klarifikasi atau perbaikan dokumen selama proses sertifikasi.
5. Mengajukan Sertifikasi
Setelah dokumen teknis dan administratif lengkap, perusahaan dapat mengajukan permohonan Sertifikat Alat Telekomunikasi dan/atau Perangkat Telekomunikasi.
Dalam proses sertifikasi, pemohon wajib menyerahkan dokumen yang benar dan valid. Direktorat Jenderal kemudian melakukan verifikasi terhadap persyaratan permohonan sertifikat.
Pentingnya Sertifikasi Sebelum Produk Dipasarkan
Perangkat telekomunikasi yang termasuk dalam ketentuan wajib sertifikasi perlu memperoleh Sertifikat Alat Telekomunikasi dan/atau Perangkat Telekomunikasi sebelum diperdagangkan dan/atau digunakan di Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku.
Sertifikat menjadi bukti bahwa perangkat telah memenuhi standar teknis berdasarkan hasil pengujian.
Oleh karena itu, perusahaan sebaiknya tidak menunggu sampai produk tiba di Indonesia untuk mulai memeriksa persyaratan sertifikasi.
Pengecekan regulasi sejak tahap awal dapat membantu perusahaan menentukan:
- Apakah perangkat memerlukan sertifikasi
- Standar teknis apa yang berlaku
- Pengujian apa yang dibutuhkan
- Apakah existing test report dapat digunakan
- Dokumen apa yang perlu dipersiapkan
- Apakah terdapat ketentuan tambahan untuk teknologi tertentu
Persiapan lebih awal dapat membantu mengurangi risiko pengujian ulang, ketidaksesuaian dokumen, maupun keterlambatan dalam proses pemasaran produk.
PT. Alpha Romeo Teknologi Siap Membantu Proses Sertifikasi Anda
PT. Alpha Romeo Teknologi menyediakan layanan pendampingan untuk proses sertifikasi alat dan perangkat telekomunikasi di Indonesia.
Layanan yang tersedia meliputi:
- Sertifikasi DJID (SDPPI/Postel)
- Analisis regulasi dan standar teknis
- Review persyaratan sertifikasi
- Evaluasi dokumen sertifikasi
- Review test report
- Analisis regulasi SAR
- RF & EMC Testing
- Re-sertifikasi perangkat telekomunikasi
Sebelum proses sertifikasi dimulai, tim kami juga dapat membantu mengidentifikasi teknologi pada perangkat, standar teknis yang berlaku, serta dokumen pengujian yang dibutuhkan.
Dengan persiapan regulasi dan dokumen yang tepat sejak awal, proses sertifikasi dapat dilakukan secara lebih terarah, efisien, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
#DJID #SDPPI #SertifikasiDJID #SertifikasiSDPPI #StandarTeknis #PerangkatTelekomunikasi #Komdigi #TelekomunikasiIndonesia #RFTesting #EMCTesting #ProductCertification #PTAlphaRomeoTeknologi
