PT. ALPHA ROMEO TEKNOLOGI

Verifikasi Kemampuan Industri (VKI): Syarat, Fungsi, dan Alur Pengajuan

Apa Itu Verifikasi Kemampuan Industri (VKI)?

Verifikasi Kemampuan Industri (VKI) adalah proses pemeriksaan untuk memastikan kesesuaian antara kebutuhan dan pasokan Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) sebagai bahan baku dan/atau bahan penolong industri.

Melalui proses ini, kemampuan perusahaan dinilai berdasarkan kapasitas produksi, utilitas, kebutuhan bahan baku, fasilitas produksi, serta kesesuaian data perusahaan dengan kondisi nyata di lapangan.

Dengan adanya VKI, pemerintah dan pelaku usaha dapat memperoleh data industri yang lebih akurat. Proses ini juga membantu menjaga efisiensi rantai pasok dan mendukung keberlanjutan industri tekstil nasional.

Siapa yang Wajib Mengurus VKI?

Verifikasi Kemampuan Industri wajib dilakukan oleh perusahaan yang membutuhkan bahan baku Tekstil dan Produk Tekstil tertentu, khususnya perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan impor bahan baku TPT.

VKI dilakukan terhadap:

  1. Perusahaan API-P atau importir produsen yang mengimpor bahan baku untuk kebutuhan produksi sendiri.
  2. Perusahaan industri yang memiliki kontrak kerja sama atau kontrak jual beli bahan baku dan/atau bahan penolong dengan Perusahaan API-U.

Sebelum mengajukan impor bahan baku TPT, perusahaan perlu memiliki Laporan Hasil Verifikasi Kemampuan Industri atau LHVKI. Dokumen ini menjadi salah satu dasar dalam pengajuan Pertimbangan Teknis dari Kementerian Perindustrian sebelum proses Persetujuan Impor dari Kementerian Perdagangan.

Verifikasi Kemampuan Industri (VKI): Syarat, Fungsi, dan Alur Pengajuan

Mengapa Verifikasi Kemampuan Industri Dibutuhkan?

VKI dibutuhkan karena pemerintah perlu memastikan bahwa kebutuhan bahan baku industri benar-benar sesuai dengan kapasitas dan kegiatan produksi perusahaan.

Beberapa manfaat VKI antara lain:

  1. Menjadi dasar penyusunan kebutuhan pasokan bahan baku dan bahan penolong.
  2. Meningkatkan kredibilitas data industri secara nasional.
  3. Mendukung kepatuhan perusahaan terhadap regulasi pemerintah.
  4. Memperkuat daya saing industri tekstil nasional.
  5. Membantu menciptakan rantai pasok industri yang lebih tertib dan terukur.

Apa Itu LHVKI?

LHVKI adalah Laporan Hasil Verifikasi Kemampuan Industri. Dokumen ini diterbitkan oleh Lembaga Pelaksana Verifikasi setelah proses pemeriksaan data, dokumen, dan kondisi lapangan dinyatakan lengkap serta sesuai.

Perusahaan API-P atau perusahaan industri mengajukan permohonan VKI kepada Lembaga Pelaksana Verifikasi melalui SIINas. Setelah data dan dokumen dinilai lengkap serta sesuai dengan kondisi lapangan, LHVKI diterbitkan melalui SIINas sesuai ketentuan yang berlaku.

LHVKI digunakan sebagai bukti bahwa perusahaan telah diverifikasi dari sisi kemampuan produksi, kebutuhan bahan baku, dan kesesuaian operasional.

Apa Saja yang Diperiksa dalam VKI?

Proses VKI paling sedikit mencakup dua hal utama:

  1. Kesesuaian data dan dokumen perusahaan dengan kondisi nyata di lapangan.
  2. Kemampuan produksi perusahaan terhadap pasokan dan kebutuhan Tekstil dan Produk Tekstil sebagai bahan baku dan/atau bahan penolong.

Dengan kata lain, surveyor atau lembaga verifikasi tidak hanya memeriksa dokumen, tetapi juga memastikan bahwa fasilitas produksi, mesin, kapasitas, dan aktivitas perusahaan sesuai dengan data yang diajukan.

Alur Pengajuan Verifikasi Kemampuan Industri

Secara umum, alur proses pengajuan VKI adalah sebagai berikut:

  1. Registrasi dan pengajuan permohonan melalui SIINas.
  2. Verifikasi dokumen perusahaan.
  3. Verifikasi lapangan oleh lembaga pelaksana verifikasi.
  4. Analisis dan kompilasi data hasil verifikasi.
  5. Penerbitan Laporan Hasil Verifikasi Kemampuan Industri atau LHVKI.

Alur ini membantu memastikan bahwa proses verifikasi berjalan secara terstruktur, transparan, dan sesuai dengan kondisi riil perusahaan.

Dasar Hukum VKI untuk Komoditas Tekstil dan Produk Tekstil

Verifikasi Kemampuan Industri untuk sektor Tekstil dan Produk Tekstil saat ini diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 Tahun 2025 tentang Tata Cara Penerbitan Pertimbangan Teknis Impor Tekstil dan Produk Tekstil.

Regulasi ini menjadi acuan bagi perusahaan industri, importir produsen, serta pihak terkait dalam proses pengajuan Pertimbangan Teknis impor TPT.

Dokumen Persyaratan Pengurusan LHVKI

1. Dokumen Legalitas Perusahaan

Dokumen legalitas yang perlu disiapkan antara lain:

  • Surat permohonan resmi yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan.
  • Nomor Induk Berusaha atau NIB.
  • Perizinan berusaha industri, seperti Izin Usaha Industri atau Sertifikat Standar yang sesuai.
  • Akta pendirian perusahaan dan SK pengesahan dari Kemenkumham.
  • NPWP badan usaha.
2. Dokumen Teknis dan Fasilitas Produksi

Dokumen teknis yang perlu disiapkan antara lain:

  • Bukti kepemilikan atau sewa kantor, pabrik, atau fasilitas produksi.
  • Surat pernyataan gudang atau bukti penguasaan tempat penyimpanan.
  • Daftar mesin dan peralatan produksi.
  • Alur proses produksi atau flowchart manufaktur tekstil.
  • Data tenaga kerja dan struktur organisasi.
3. Dokumen Operasional dan Pendukung

Dokumen operasional yang perlu disiapkan antara lain:

  • Laporan industri atau bukti pelaporan e-Reporting melalui SIINas.
  • Data kebutuhan bahan baku dan bahan penolong.
  • Data kapasitas terpasang dan target produksi.
  • Bukti rekening listrik pabrik selama 3 bulan terakhir untuk mendukung verifikasi aktivitas produksi.
Kesimpulan

Verifikasi Kemampuan Industri merupakan proses penting bagi perusahaan industri tekstil yang membutuhkan bahan baku dan/atau bahan penolong dari impor. Melalui VKI, perusahaan dapat membuktikan kemampuan produksi, kebutuhan bahan baku, serta kesesuaian operasionalnya secara resmi.

LHVKI yang diterbitkan dari proses ini tidak hanya menjadi dokumen pendukung pengajuan perizinan impor, tetapi juga menjadi nilai tambah bagi perusahaan dalam membangun kepercayaan mitra bisnis, konsumen, dan instansi pemerintah.

FAQ Verifikasi Kemampuan Industri

Apa itu VKI?

VKI adalah proses pemeriksaan kemampuan produksi dan kebutuhan bahan baku perusahaan industri, khususnya dalam konteks Tekstil dan Produk Tekstil.

Apa itu LHVKI?

LHVKI adalah Laporan Hasil Verifikasi Kemampuan Industri yang diterbitkan setelah proses VKI selesai dan data perusahaan dinyatakan sesuai.

Siapa yang wajib mengurus VKI?

VKI wajib diurus oleh perusahaan API-P dan perusahaan industri yang memiliki kerja sama atau kontrak jual beli bahan baku dengan perusahaan API-U.

Apakah VKI dilakukan hanya berdasarkan dokumen?

Tidak. VKI mencakup pemeriksaan dokumen dan verifikasi kondisi nyata di lapangan.

Melalui sistem apa pengajuan VKI dilakukan?

Pengajuan VKI dilakukan melalui SIINas, yaitu Sistem Informasi Industri Nasional.